Woensdag, 26 November 2014

BUTUH VILAGE





 
        Di postinga saya kali ini saya akan membahas tentang desa kelahira saya yaitu desa BUTUH. Untuk mengetahui lebih lajut tentang desa butuh baca lanjuta postingan saya ini cekidot...........
          Butuh adalah desa di kecamatan Butuh, Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia.
Desa ini merupakan satu dari 41 desa di kecamatan Butuh yang mempunyai jarak 20 km dari kota kabupaten. Secara geografis Desa Butuh terletak di:
Sebelah utara dari : Desa Lubang Lor dan [[Lubang Sampang, Butuh, Purworejo|Lubang Sampang] dan desa Kunir
Sebelah timur dari : Desa Wironatan dan desa Klepu
Desa Butuh terdiri dari 4 dusun 8 RW dan 21 RT dengan luas 272.270 Ha, dengan potensi perangkatnya terdiri dari Seorang Kepala Desa (Kades), satu orang Sekretaris Desa (Sekdes), lima orang Kaur dan dua orang Kepala Dusun (Kadus). Mempunyai jumlah penduduk kurang lebih 3.524
Kondisi Desa
Letak topografis tanahnya datar, dengan lahan sebagian besar dimanfaatkan oleh masyarakat untuk lahan pertanian, perkebunan dan perikanan sehingga sebagian besar masyarakat desa adalah petani dan petani penggarap.
Secara geografis terletak pada 6° 51’ 46“ sampai dengan 7° 11’ 47“ LS dan 109° 40’ 19“ sampai dengan 110° 03’ 06“ BT.

 
     Hamparan Sawah desa

            Desa butuh desa yang perkembanganya sangat pesat desa ini terletak di dekat akses jaln utama provinsi. Didalam Desa Butuh terdapat tiga buah sekolah dasar yaitu SDN ! Butuh, SDN 2 Butuh, SDN Abean, tidak hanya itu ada juga mts maarif Butuh, dan SMA N 11 Purworejo. Didesa butuh telah berdiri perumahan elit yang mumpuni. Didesa Butuh juga terdapat Stasiun kereta api yang berukuran kecil dan hany berfungsi sebagai tempat langsir atu simpangan kereta api. Jika cuaca pagi yang cerah maka terlihar gunung sumbing dan merbabu disebelah utara, gunung merapi yang mngel;uarkan asap desebelah timur, serta pemandngan sawah yang membentng dan asri dan keramahan masyarakat desa butuh. Akses transportasi yang mudah membuat ketertarikan orang untuk berinvesatasi di Desa Butuh. Pasar tradisional Butuh yang tetap terjaga dan dilestarikan, pasar ini aktif setiap hari pasaran yaitu hari senin, rabu, sabtu.
    Stasiun Butuh
            Desa butuh juga terkenal dengan kuliner khas seperti peyek kedelai atau kacang tanah. Industri rumahan yang juga melestarikan makanan tradisional peyek membuat peyek semakin terkenal. Tidak hanya itu Butuh terkenal dengan dawet hitam manis yang khas, dan yang paling terkenal yaitu dawet hitam ma
                                     pasar Butuh
                                     Bank BRI unit Butuh
 nis jembatan butuh. Deberinama dawet hitam manis jembatan butuh karena letaknya di dekat jembatan butuh.Dawet Butuh sering menjadi sorotan media massa, sebagai berita minuman tradisional. Dawet terbuat dari pati ganyong dan pewarna hitam almi yang terbuat dari oman atau pohon padi yang sudah dibakar. Pembuatan dawet yang tradisional ini yang tanpa pengawet dapat memikat orang orang.
            

Dawet jembatan butuh  yang terkenal
  
Orang orang yang bepergian melewati desa butuh pasti mencicipi dawet Butuh. Disepanjang jalan utama provinsi berjejer warung warung kecil yang menjual dawet hitam manis Butuh. Hal tersebut membuat penasaran orang untuk mencicipi minuman tradisional dawet. Dimusim mudik dawet Butuh selalu ramai dengan mobil mobil mewah yang sedang mudik.














                                   SDN ABEAN
                                       BALAI DESA BUTUH
                                                              BULOG
       Butuh juga mempunyai bendungan besar yaitu bendungan pekatingan. bendungan ini biasa digunakan untuk memancing. 
                              BENDUNGAN PEKATINGAN

untuk lebih mengetahui tentang desa butuh silahkan tonton vidio dibawah ini, cekidot.......
vidio profil desa Butuh
     Sekian postingan saya kali ini jangan lupa kripik dan saranya. keripik pedas manis saya terima semua.
                                             
                                                      TERIMA KASIH ATAS KUJUNGANYA 



Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking